Sunday, 10 September 2017

PENGGUNAAN TANDA BACA SESUAI EBI (EJAAN BAHASA NDONESA)



   

   Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 50 tahun 2015, EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan ) telah berganti nama menjadi EBI (Ejaan Bahasa Indonesia). Ada beberapa pembaruan dalam EBI ( Ejaan Bahasa Indonesia ), salah satunya aturan penggunaan kata  si dan sang. Dalam EBI, kedua kata sandang ini hanya diawali huruf kapital jika diikuti kata yang merujuk kepada Tuhan atau Dewa. Contohnya kata sang dalam Sang Maha Pemurah.


Tanda baca sangat besar pengaruhnya terhadap makna sebuah kalimat. Kesalahan penggunaan tanda baca bisa menimbulkan salah tafsir atau kebingungan pembaca.

Berikut penggunaan tanda baca sesuai dengan EBI ( Ejaan Bahasa Indonesia )

Penggunaan Tanda Titik (.)

  • Tanda titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan
  • Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

          Catatan :
  1. Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf  yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian.
  2. Tanda titik tidak dipakai pada akhir penomoran digital yang lebih dari satu angka.
  3. Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.
  • Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
  • Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit.
  • Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah
          Catatan :
  1. Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukan jumlah.
  2. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala keterangan, ilustrasi, atau tabel.
  3. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat penerima dan pengirim surat serta tanggal surat.


Penggunaan Tanda Koma (,) 

  • Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatau peperincian atau pembilangan.
  • Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperrti tetapi, melainkan dan sedangkan, dalam kalimat majemuk setara.
  • Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.
           Catatan :
           Tanda koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat.
  • Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.
  • Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak, 
  • Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
           Catatan :
  1. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung yang berupa kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru dari bagian lain yang mengikutinya.
  • Tanda koma dipakai di antara : nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat dan  wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
  • Tanda koma digunakan untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
  • Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir.
  • Tanda koma dai pakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
  • Tanda koma dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
  • Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi.
  • tanda koma dapat dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca/salah pengertian.


Penggunaan Tanda Titik Dua (:)

  • Tanda titik dua dipakai pada akhir sebuah pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.
  • Tanda titik dua tidak dipakai jika perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
  • Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
  • Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan.
  • Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) Surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.


Penggunaan Tanda Hubung (-)
  • Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.
  • Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang.
  • Tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu.
  • Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan.
  • Tanda hubung dipakai untuk merangkai :
  1. se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital (se-Indonesia, se-Sulawesi Utara);
  2. ke- dengan angka (peringkat ke-2)
  3. angka dengan -an (1885-an)
  4. kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital (hari-H, sinar-X, ber-KTP) dsb.
  5. kata dengan kata ganti Tuhan (ciptaan-Nya, atas rahmat-Mu)
  6. huruf dengan angka (D-3, S-1, S-2); dan
  7. Kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital (KTP-mu, SIM-nya) dsb.
         Catatan :
  1. Tanda hubung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf.
  • Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur Bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.
  • Tanda hubung digunakan untuk menandai bentu terikat menjadi objek bahasan.


Penggunaan Tanda Tanya (?)

  • Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
  • Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
         Contoh :
         Monumen Nasional mulai dibangun pada tahun 1961 (?).



Penggunaan Tanda Seru (!)

  • Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.
          Contoh :
          Alangkah indahnya taman laut di Bunaken !



Penggunaan Tanda Petik ("...")

  • Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
         Misalnya :
         "Merdeka atau mati!" seru Bung Tomo dalam pidatonya.
  • Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
         Misalnya : 
         Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 125 buku itu.
  • Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
         Misalnya :
         "Tetikus" komputer ini sudah tidak berfungsi.
          Dilarang memberikan "amplop" kepada petugas!


Penggunaan Tanda Kurung [(...)]

  • Tanda kurung digunakan untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
  • Tanda kurung digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.
  • Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan.
  • Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian.
         Misalnya :
         Faktor produksi menyangkut (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.


Demikian artikel tentang PENGGUNAAN TANDA BACA SESUAI EBI (EJAAN BAHASA INDONESIA), Semoga bermanfaat.


LENGKAP!!! DOWNLOAD PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 EDISI REVISI




Sebelum membahas perangkat pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 edisi revisi, sebagai guru kita harus mengetahui apa saja perbedaan atau apa saja yang dirubah pada kurikulum 2013 edisi revisi. Ini lah beberapa perubahan pada kurikulum 2013 edisi revisi :
  1. Nama kurikulum tidak berubah menjadi kurikulum nasional tapi tetap *Kurikulum 2013 Edisi R evisi* yang berlaku secara Nasional.
  2. Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 sudah ditiadakan di setiap mata pelajaran hanya agama dan ppkn namun *KI tetap dicantumkankan dalam penulisan RPP*.
  3. Jika ada 2 *nilai praktik* dalam 1 KD , maka yang diambil adalah nilai yang tertinggi. Penghitungan *nilai ketrampilan* dalam 1 KD ditotal (praktek, produk, portofolio) dan diambil nilai rata2. untuk pengetahuan, bobot penilaian harian, dan penilaian akhir semester itu sama.
  4. pendekatan scientific 5M bukanlah satu2 nya metode saat mengajar dan apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan.
  5. Silabus kurtilas* edisi revisi lebih ramping hanya 3 kolom. Yaitu *KD, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran*.
  6. Perubahan *terminologi* ulangan harian menjadi *penilaian harian*, uas menjadi *penilaian akhir semester* untuk semester 1 dan *penilaian akhir tahun* untuk semester 2. Dan sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir semester.
  7. Dalam *RPP*, tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran yang digunakan dan *materi dibuat dalam bentuk lampiran berikut dengan rubrik penilaian* (jika ada).
  8. Skala penilaian* menjadi *1-100*. *Penilaian sikap* diberikan dalam bentuk *predikat dan deskripsi*.
  9. Remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil.


Silahkan download, Lengkap ! Perangkat Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 edisi revisi.

BAHASA INDONESIA KELAS VII
1. RPP
2. Silabus
3. KKM
4. KIKD
5. Protah
6. Prosem
7. Pemetaan kompetensi dan Teknik Penilaian
8. Jurnal Mengajar
9. Kode etik, Ikrar, dan Tata Tertib Guru

BAHASA INDONESIA KELAS VIII
1. RPP
2. Silabus
3. KKM
4. KIKD
5. Protah
6. Prosem
7. Pemetaan kompetensi dan teknik penilaian
8. Jurnal Mengajar
9. Kode etik, Ikrar, dan Tata Tertib Guru

BAHASA INDONESIA KELAS IX
1. RPP
2. Silabus
3. KKM
4. KIKD
5. Protah
6. Prosem
7. Pemetaan kompetensi dan teknik penilaian
8. Jurnal Mengajar
9. Kode etik, Ikrar, dan Tata Tertib Guru

Untuk Kelas VIII (delapan) dan IX (sembilan) silahkan tinggalkan komentar dan alamat email di kolom komentar.

Wednesday, 5 April 2017

UJIAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA KELAS IX SMP NEGERI 1 TOMPASOBARU TAHUN PELAJARAN 2016/2017

     Dalam KBBI Pidato berarti pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada banyak orang.
Pidato dapat disusun dengan langkah-langkah berikut :
1. Menentukan tema atau pokok pembicaraan yang sesuai dengan tujuan pidato
2. Mendaftar pokok-pokok yang akan disampaikan dalam pidato
3. Menyusun kerangka pidato, yang terdiri dari tiga bagian pokok yaitu :
a. PENDAHULUAN
b. ISI
c. PENUTUP
Contoh garis besar kerangka pidato
Tema     : Berprestasi melalui olahraga
Judul     : Selamat Berjuang
Kerangka pidato
- Salam pembuka
   Assalamualaikaum Wr. Wb, Salam sejahtera bagi kita semua, Syaloom.
- Pembuka
   Terlebih dahulu saya, selaku Kepala Dinas Pendidikan Serta Kepemudaan dan      olahraga Kabupaten Minahasa Selatan, merasa bahagia karena dapat menyaksikan  langsung acara pelepasan tim sepak bola ........
- Isi
   Kami hanya berpesan hendaklah dalam pertandingan nanti anak-anak  menunjukkan permainan yang jujur, disiplin, dan bersemangat.
- Penutup dan salam penutup
   Terakhir, saya ucapkan selamat jalan, selamat bertanding, dan semoga sukses.
Kemudian mengembangkan kerangka menjadi sebuah pidato yang utuh.

Nah ! Tugasnya adalah tentukanlah tema pidato anda masing-masing kemudian susunlah sebuah pidato lengkap dengan membuat kerangkanya terlebih dahulu.
Tuliskan jawaban anda pada kolom komentar, dan jangan lupa mencantumkan nama-nama anggota kelompok.
Contoh :
Ujian Praktik Bahasa Indonesia
Kelas         :
Nama anggota kelompok :
1. .....
2. .....
3. .....
Dst.

Jawaban.........................

Ingat!!!! Berkaryalah sesuai dengan kemampuanmu sendiri !